Minggu, 21 Desember 2014

STUDI KEPARIWISATAAN PENDIDIKAN SEJARAH 13 UNIVERSITAS LAMPUNG

HASIL  REVISI
LAPORAN HASIL OBSERVASI
MATA KULIAH STUDI KEPARIWISATAAN
KELOMPOK 3 WISATA KULINER

Disusun oleh:
1.      Adi Wiranata                                     1313033003
2.      Danu Ranu Setiawan                          1313033021
3.      Dwinita Meilia Sari                 1313033029
4.      Farisa Syarifah                       1313033035
5.      Gina Novia Utami                  1313033037
6.      Indah Nur Komala Dewi        1313033039
7.      Juliani Erina                            1313033045
8.      M Rahmatullah                      1313033093
9.      Ni Putu Asri Angga Dewi      1313033059
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2014


KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan ke hadirat Allah Swt, yang telah memercikkan setetes dari luasnya lautan ilmu-Nya sehingga laporan observasi ini dapat terselesaikan dengan baik. Adapun tujuan kami  menyusun laporan observasi ini adalah untuk memenuhi tugas dari dosen Studi Kepariwisataan  sekaligus  untuk mengetahui apakah ada kuliner khas lampung, mengetahui lokasinya dan harganya.
Dalam menyusun laporan observasi ini, kami ucapkan terima kasih kepada Dosen Studi Kepariwisataan Ibu Dr. Sinaga R. Margaretha, M. Hum. serta kepada seluruh teman-teman yang membantu dalam proses penyusunan laporan observasi ini, sehingga dapat terselesaikan. Dalam proses penyusunan laporan ini masih terdapat kelemahan dan kekurangan sehingga diharapkan kritik dan saran dari pembaca, khususnya dari dosen yang bersangkutan, rekan-rekan mahasiswa serta dari para pembaca lainnya dan diharapkan kritik dan saran tersebut dapat membangun  menuju perbaikan ke arah yang lebih baik. Semoga laporan observasi  ini dapat membantu para rekan mahasiswa serta pihak-pihak yang terkait  untuk memahami pentingnya wisata kuliner.

Bandar lampung, 26 November 2014

Penulis



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................... I
DAFTAR ISI .................................................................................. ii
BAB I  PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang............................................................................... 1
1.2 Metode Penulisan........................................................................... 3
1.3 Tujuan ............................................................................................ 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
            2.1 Pariwisata dan Wisata Kuliner........................................ .5
BAB III PEMBAHASAN
            3.1 Daftar Kuliner Khas Lampung........................................ 12
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan..................................................................................... 36
4.2 Saran .............................................................................................. 39

DAFTAR PUSTAKA..................................................................... 41









BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Undang-undang Nomor 10 tahun 2009, menyebutkan pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk pengusahaan objek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang berhubungan dengan penyelenggaraan pariwisata, dengan demikian pariwisata meliputi:
1.      Semua kegiatan yang berhubungan dengan perjalanan wisata.
2.      Pengusahaan objek dan daya tarik wisata seperti: kawasan wisata, Taman rekreasi, kawasan peninggalan sejarah, museum, pagelaran seni budaya, tata kehidupan masyarakat atau yang bersifat alamiah: keindahan alam, gunung berapi, danau, pantai.
3.      Pengusahaan jasa dan sarana pariwisata yaitu: usahajasa pariwisata (biro perjalanan wisata, agen perjalanan wisata, konvensi, perjalanan insentif dan pameran, konsultan pariwisata, informasi pariwisata). Usaha sarana pariwisata yang terdiri dari akomodasi, rumah makan, bar, angkutan wisata.

Culinary tourism (wisata kuliner) merupakan relatif baru di dunia industri pariwisata, buktinya tampak dimana wisata kuliner mulai berkembang sejak tahun 2001, dimana seorang Erik Wolf selaku Presiden Ikatan Wisata Kuliner Internasional mengesahkan di atas selembar kertas putih mengenai lahirnya Ikatan tersebut Internatioal Culinary Tourism Association). Sepanjang tahun 2001, perakademian pariwisata di seluruh dunia telah mengadakan penelitian yang lebih serius akan wisata kuliner. Namun demikian, badan penelitian sangat khawatir kalau penemuan tersebut merupakan suatu jalan untuk jalannya usaha dunia. Nyatanya, seorang peneliti Lucy Long, dari Universitas Bowling Green di Ohio (USA) yang pertama kali mencetuskan kata– kata wisata kuliner di tahun 1998.Kemudian di tahun 2001 di bawah kepemimpinan kelompok industri penasihat, Erik Wolf menemukan International Culinary Tourism Association  (ICTA). ICTA terbentuk setiap tahunnya dengan sejumlah anggota dan dirancang dengan berbagai penawaran akan beragam program mengenai kuliner. Pada tahun 2006, ICTA menciptakan sebuah Institut Wisata Kuliner Internasional, yang mengutamakan pendidikan dan pelatihan akan berbagai program yang ada di dalam  komponen ICTA. Kemudian, di awal tahun 2007, mulai menyediakan beberapa solusi untuk pengembangan wisata kuliner untuk menghadapi meningkatnya jumlah  permintaan akan industri ini bagi petunjuk dan kepemimpinan dalam pengembangan dan pemasaran wisata kuliner.

Wisata kuliner dapat diartikan sebagai suatu pencarian akan pengalaman kuliner yang unik dan selalu terkenang dengan beragam jenis, yang sering dinikmati dalam setiap perjalanan , akan tetapi bisa juga kita menjadi wisatawan kuliner di rumah sendiri. (Culinary Tourism is defined as the pursuit of unique and memorable culinary experience of all kinds, often while travelling, but one can also be a culinary tourist at home). Wisata kuliner tidak termasuk ke dalam wisata pertanian. Meskipun di dalamnya masakan terdapat unsur pertanian. Pertanian dan masakan merupakan satu hubungan yang tak mungkin dapat dipisahkan, namun tetap merupakan dua kata yang sangat berbeda. Wisata pertanian (agritourism) merupakan bagian dari wisata pedesaan (rural tourism), sedangkan santapan / masakan (cuisine) merupakan bagian dari dari wisata budaya (cultural tourism), dan sebagai masakan maka ia merupakan manifestasi/wujud dari budaya itu.

Wisata kuliner (culinary tourism), meliputi berbagai pengalaman akan beragam kuliner. Wisata kuliner melebihi dari tuntunan makan malam dan restoran
akhir pekan. Akan tetapi wisata kuliner meliputi beberapa unsur yaitu : kursus memasak, buku panduan memasak dan toko-toko penjual perkakas dapur, tur kuliner (culinary tours) dan pemandu wisata, media kuliner dan buku panduan, pemborong makanan untuk pesta/katering, penyalur anggur (wineries), pengusaha dan penanam tumbuhan pangan, atraksi kuliner seperti festival jajanan yang diadakan suatu produk  usaha swasta (Kecap Bango) di Merdeka Walk di bulan ramadhan lalu (dalam Introduction to Culinary Tourism).

Kebudayaan merupakan seluruh totalitas dari pikiran, aktivitas, dan hasil karya manusia yang tidak berakar dari dorongan naluri (perasaan/kebatinan) akan tetapi didapat dari proses belajar. Yang dimaksud dengan proses belajar adalah terwujud dari suatu pengalaman /bernalar yang bisa diperoleh dengan terus berusaha. Kebudayaan tidak berdiri dalam satu kesatuan, karena di dalamnya terkandung 7 (tujuh) unsur 1). Sistem bahasa 2). Sistem peralatan hidup dan teknologi 3). Sistem ekonomi dan mata pencaharian hidup 4). Sistem kemasyarakatan dan organisasi sosial 5). Ilmu pengetahuan 6). Kesenian 7). Sistem kepercayaan, atau agama yang membuatnya mampu berdiri dan dimana ketujuh unsur tersebut akan dapat mempengaruhi perubahan kebudayaan yang asli menjadi campuran karena salah satu unsurnya mengalami kemajuan. Lampung  menjadi salah satu contoh yang kebudayaannya mengalami kemajuan dalam hal ini, lampung banyak mengalami perkembangan di bidang makanan. Makanan tradisional misalnya, dengan munculnya istilah pariwisata makanan tradisional yang di miliki oleh lampung mampu dikenal banyak orang baik dari dalam maupun luar lampung, dan itu menjadi salah satu daya tarik para wisatawan untuk datang ke kota Lampung. Maka dari itu makanan-makanan tersebut harus tetap di perkenalkan dan dikembangkan, karena merupakan salah satu hal penting dalam perkembangan dunia pariwisata.
1.2 Metode Penulisan
Dalam penulisan makalah ini, penulis menggunakan bahan atau materi yang didapat dari hasil wawancara oleh wartawan Media Cetak (Lampungpost) Bandar lampung terkait mencari data yang lebih detail dan lengkap. Melakukan wawancara dengan pedagang kuliner khas lampung, pembuat langsung atau pemilik toko. Serta mengambil bahan berupa artikel dan hal yang berkaitan dengan isi pembahasan.

1.3 Tujuan
1.      Untuk mengetahui apa saja wisata kuliner di wilayah Lampung.
2.      Untuk mengetahui dimana lokasi dan harga dari kuliner lampung.
3.      Sebagai tugas mata kuliah study kepariwisataan di FKIP Universitas Lampung.





















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pariwisata dan Wisata Kuliner

Pariwisata sebagai sebuah industri merupakan bidang yang sangat kompleks dan keberadaannya sangat peduli terhadap berbagai perubahan dan perkembangan. Perubahan tersebut terutama berkaitan dengan keinginan atau motivasi wisatawan yang selalu inginmencari dan menikmati sesuatu atau pengalaman baru untuk pemuasan hasrat pribadinya, sesuatu yang berbeda dari yang pernah dirasakan sebelumnya. Keinginan wisatawan selalu berubah sesuai dengan perkembangan, seperti misalnya fenomena sekarang telah terjadi pergeseran dari jenis mass tourism ke arah wisatawan minat khusus atau wisatawan alternative yang lebih bersifat individual atau dalam kelompok kecil.

Industri pariwisata yang sekarang sedang mengalami perkembangan pesat adalah bidang kuliner yaitu yang berkaitan dengan penyediaan makanan dan minuman. Trend wisatawan sekarang adalah datang ke suatu daerah wisata untuk mencari atau berburu makanan khas daerah tersebut dan tidak segan-segan membayar mahal untuk menikmati suatu hidangan. Perubahan gaya hidup masyarakat juga telah terjadi, mereka makan tidak hanya untuk mengenyangkan perut saja, tetapi juga mencari suasana dan pelayanan sebagai bagian dari sajian makanan yang dipesan. Banyak restoran dan tempat makan baru didirikan dengan kualifikasi dan ciri khas masing-masing. Beragam sajian ditawarkan mulai dari makanan khas daerah yang sifatnya tradisional sampai makanan-makanan cepat saji yang bersifat modern. Hal itu menyebabkan terjadinya persaingan yang begitu ketat untuk dapat menarik konsumen atau pelanggan, sehingga berbagai strategi harus diterapkan.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 9 Tahun 1990  mengenai Kepariwisataan Bab I Pasal 1 ; dinyatakan bahwa wisata adalah suatu kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan baik secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati obyek dan daya tarik wisata. Oleh karena itu pengertian wisata itu mengandung unsur yaitu :1.suatu kegiatan perjalanan; 2. Dikerjakan dengan sukarela; 3. Bersipat hanya sementara; (4) Perjalanan itu  apakah seluruhnya atau sebagian bertujuan untuk menikmati  suatu obyek dan daya tarik wisata. Menurut pendapat Richard Sihite dalam Marpaung dan Bahar ( 2000:46-47) menjelaskan tentang definisi pariwisata sebagai berikut : Pariwisata adalah suatu perjalanan yang lakukan oleh orang untuk sementara waktu, yang diselenggarakan dari suatu tempat ke tempat lain dengan meninggalkan tempatnya semula, dengan menentukan perencanaan dan dengan maksud bukan bertujuan  untuk berusaha atau mencari nafkah di tempat yang akan  dikunjungi, tetapi semata-mata hanya untuk menikmati kegiatan pertamsyaan dan rekreasi atau untuk memenuhi keinginan yang mungkin beraneka ragam.

Menurut definisi yang lebih luas lagi yang dikemukakan oleh H.Kodhyat (1983:4) adalah sebagai berikut : Pariwisata adalah perjalanan dari satu tempat ke tempat yang lain, bersifat sementara, dilakukan  baik perorangan maupun oleh kelompok, sebagai bagian dari usaha mencari keseimbangan atau keserasian serta kebahagiaan dengan lingkungan hidup dalam dimensi sosial, budaya, dan alam serta ilmu. Sedangkan menurut pendapat dari James J.Spillane (1982:20) mengemukakan bahwa pariwisata adalah kegiatan melakukan perjalanan dengan tujuan untuk  mendapatkan kenikmatan, mencari kebahagiaan, mengetahui hakikat sesuatu, memperbaiki aspek kesehatan, menikmati berolahraga atau istirahat, menunaikan tugas, berziarah dan lain sebagainya.

Menurut Salah Wahab (1975:55) mengemukakan definisi pariwisata yaitu pariwisata adalah salah satu jenis industri baru yang akan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mampu menyediaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan, standar hidup serta memberi semangat sektor-sektor produktif yang lainnya, kemudian Selanjutnya, sebagai sektor yang sangat komplek, pariwisata juga merealisasi beberapa industri klasik seperti industri kerajinan tangan dan atau cinderamata, penginapan serta transportasi. Arti dari istilah pariwisata belum banyak diungkapkan oleh para ahli bahasa dan pariwisata di Indonesia. Yang jelas kata pariwisata berasal dari bahasa Sangsakerta , terdiri dari dua suku kata, yaitu “ pari” dan “ wisata” . Pari berarti banyak, berkali-kali atau berputar-putar, sedangkan wisata memiliki arti perjalanan atau bepergian. Jadi pariwisata  itu adalah berarti suatau perjalanan yang dilakukan secara berkali-kali atau berkeliling. Sedangkan menurut Keputusan R. I. No. 19 tahun 1969 , Kepariwisataan adalah “ merupakan kegiatan jasa yang memanfaatkan kekayaan alam dan lingkungan hidup yang memiliki ciri khas, misalnya hasil budaya, peninggalan dari sejarah, pemandangan alam yang indah dan iklim yang nyaman.”

Pariwisata dalam artian modern adalah merupakan fenomena dari jaman sekarang yang didasarkan atas kebutuhan akan kesehatan dan pergantian hawa, penilaan yang sadar dan menumbuhkan (cinta) terhadap keindahan alam dan khususnya disebabkan oleh bertambahnya pergaulan berbagai bangsa dan kelas masyraakat manusia sebagai hasil daripada perkembangan perniagaan dan industri juga perdagangan serta penyempurnaan daripada alat-alat pengangkutan (E. Guyer Freuler).

Pariwisata adalah sejumlah kegiatan terutama yang ada kaitannya dengan kegiatan perekonomian yang secara langsung berhubungan dengan akan masuknya,adanya pendiaman serta  bergeraknya beberapa keluar masuk suatu kota atau daerah maupun negara. (Herman V.Schularad).

Pariwisata adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk dalam sementara waktu, yang dilaksanakan dari  tempat yang satu ketempat lain , dengan maksud bukan untuk berusaha atau mencari nafkah ditempat yang dikunjungi tetapi semata-mata untuk menikmati perjalanan hidup guna bertamasya dan rekreasi atau memenuhi keinginan yang beraneka corak. (Oka Yoeti). Pariwisata adalah Perjalanan yang yang dilakukan secara berkali-kali atau berulang-ulang. (Drs. E.A.Chalik.H)

Undang-undang Nomor 10 tahun 2009, menyebutkan pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk pengusahaan objek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang berhubungan dengan penyelenggaraan pariwisata, dengan demikian pariwisata meliputi:
1.      Semua kegiatan yang berhubungan dengan perjalanan wisata.
2.      Pengusahaan objek dan daya tarik wisata seperti: kawasan wisata, Taman rekreasi, kawasan peninggalan sejarah, museum, pagelaran seni budaya, tata kehidupan masyarakat atau yang bersifat alamiah: keindahan alam, gunung berapi, danau, pantai.
3.      Pengusahaan jasa dan sarana pariwisata yaitu: usaha jasa pariwisata (biro perjalanan wisata, agen perjalanan wisata, konvensi, perjalanan insentif dan pameran, konsultan pariwisata, informasi pariwisata). Usaha sarana pariwisata yang terdiri dari akomodasi, rumah makan, bar, angkutan wisata.

Pariwisata menurut daya tariknya menurut Fandeli (1995:3) dapat dibedakan  menjadi 3 bagian, yaitu:
1.      Daya Tarik Alam
Pariwisata daya tarik alam yaitu wisata yang dilakukan dengan mengunjungi  daerah tujuan wisata yang memiliki keunikan daya tarik alamnya, seperti laut, pesisir pantai, gunung, lembah, air terjun, hutan dan objek wisata yang masih alami.
2.      Daya Tarik Budaya
Pariwisata daya tarik budaya merupakan suatu wisata yang dilakukan dengan  mengunjungi tempat-tempat yang memiliki keunikan atau kekhasan budaya,  seperti kampung naga, tanah toraja, kampung adat banten, kraton kasepuhan  Cirebon, kraton Yogyakarta, dan objek wisata buidaya lainnya.
3.      Daya Tarik Minat Khusus
Pariwisata ini merupakan pariwisata yang dilakukan dengan mengunjungi objek  wisata yang sesuai dengan minat seperti wisata olah raga, wisata rohani, wisata kuliner, wisata belanja, dengan jenis-jenis kegiatannya antara lain bungeejumping.

Dalam kegiatan kepariwisataan ada yang disebut subjek wisata yaitu orang-orang yang melakukan perjalanan wisata dan objek wisata yang merupakan tujuan wisatawan. Bermacam-macam pendapat para ahli mengenai pengertian pariwisata
dalam buku Wahab (1992:15) diantaranya:
1.      Menurut Gamal Suwartono, SH
Kepariwisataan adalah suatu proses kepergian sement dari seorang, lebih menuju ketempat lain diluar tempat tinggalnya. Dorongan kepergiannya adalah karena berbagai kepentingan baik karena kepentingan ekonomi, sosial, budaya, politik, agama, kesehatan maupun kepentingan lain.
2.      E. Guyer Freuler
Pariwisata merupakan fenomena dari jaman sekarang yang didasarkan atas kebutuhan akan kesehatan dan pergantian hawa, penilaian yang sadar dan  menumbuhkan cinta terhadap keindahan alam dan pada khususnya disebabkan oleh bertambahnya pergaulan berbagai bangsa dan kelas masyarakat manusia  sebagai hasil dari pada perkembangan perniagaan, industri, perdagangan serta penyempurnaan dari pada alat-alat pengangkutan.
3.      A.J. Burkart dan S. Malik
Dalam bukunya yang berjudul “Tourism, Past, Present, and Future”, berbunyi bahwa pariwisata adalah perpindahan orang untuk sementara dan dalam jangka waktu pendek ke tujuan-tujuan di luar tempat dimana mereka biasanya hidup dan  bekerja, dan kegiatan-kegiatan mereka selama tinggal di tempat tujuan itu.

Kuliner adalah suatu bagian hidup yang erat kaitannya dengan konsumsi  makanan ataupun juga sebuah gaya hidup yang tidak dapat dipisahkan dari  kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu kuliner sangat penting dalam kehidupan.
Ada beberapa pendapat tentang kuliner :
1)      Menurut Wikipedia kuliner adalah bahan, biasanya berasal dari hewan atau tumbuhan, dimakan oleh makhluk hidup untuk memberikan tenaga dana nutrisi. Cairan dipakai untuk maksud ini sering disebut minuman, tetapi kata 'makanan' juga bisa dipakai. Istilah ini kadang-kadang dipaka dengan kiasan, seperti "makanan untuk pemikiran". Kecukupan makanan dapat dinilai dengan status gizi secara antropometri.
2)      Menurut Artikata makanan adalah : tempat berlindungnya hati dan  kesehatan jasmani, lenyapnya keragu-raguan yg disebabkan oleh kesibukan kerja jasmani atau segala bahan yg kita makan atau masuk ke di tubuh yang membentuk atau mengganti jaringan tubuh, memberikan tenaga, atau mengatur semua proses ditubuh.
3)      Menurut Kwd kuliner adalah : zat yang kita makan sehari-hari, yang  menganung nilai gizi dan juga kandungan lain yang tidak terdapat dalam makanan yang lain dan juga berasal dari bahan yang biasanya berasal dari  hewan atau tumbuhan, dimakan oleh makhluk hidup untuk memberikan  tenaga dana nutrisi. 

Maka kuliner adalah : sesuatu yang erat kaitanya dengan kehidupan yang  biasanya dikonsumsi dalm sehari-hari gunak menambah dan memberikan energi didalam tubuh.

Lokasi Kuliner juga menentukan dari wisata kuliner itu sendiri. Secara harfiah, lokasi kuliner merupakan fenomena mulitidimensional, menumbuhkan citra petualangan, romantik dan tempat-tempat unik tentang  makanan. Prinsipnya, lokasi kuliner mencangkup semua macam-macam tempat-tempat kuliner yang berbeda antara tempat yang satu dengan tempat yang lain. Dengan kata lain lokasi kuliner adalah perwujudan dari ciptaan manusia berupa tempat-tempat berwisata atau rekreasi yang didalamnya terdapat teempat makanan yang berbeda satu dengan yang lainnya, secara geografis yang bisa direprentasikan sebagai lokasi yang mempunyai lintang bujur tertentu dan berkaitan dengan kondisi lingkungan yang dimana mempunyai daya tarik untuk dikunjungi oleh orang banyak ataupun wisatawan.

Kuliner jika di lihat dari aspek wisata tentunya menjadi bagian yang satu, dimana wisata dan kuliner saling keterkaitan. Lampung memiliki banyak potensi dan sumber daya yang belum dikembangkan secara maksimal, termaksud didalam sektor kuliner. Untuk lebih memantapkan pertumbuhan dan juga mendukung pariwisata atau wisata di Lampung, sehingga perlu diupayakan pengembangan kuliner yang mempunyai kaitan erat sekali dengan pariwisata atau wisata. Potensi ini sering dirangkaikan dengan satu daya tarik wisata. Perkembangan kuliner diharapkan juga memberikan manfaat bagi perkembangan di sektor wisata. Kegiatan kuliner ini merupakan salah satunya yang dapat memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap perekonomian negara. Lampung, merupakan salah satu wilayah tujuan wisata di indonesia, karena di Lampung menyajikan banyak kuliner maka daerah Lampung menjadi salah satu tujuan wisata. Oleh karena itu penataan dan pengembangan kuliner yang ada di Lampung haruslah selalu  dikembangkan karena kuliner tersebut menjadi daya tarik yang banyak dikunjungi oleh wisatawan atau pengunjung sehingga jakarta dapat menjadi tempat wisata yang wajib di kunjungi.

Kaitan kuliner dengan informasi dan wisata. Kuliner di Lampung memiliki beberapa aneka ragam dikarenakan banyak selera ataupun minat yang beraneka ragam, dari keanekaragaman kuliner tersebut maka banyak pula informasi yang dsajikan oleh salah satu tempat makan tersebut mengenai apa saja yang terdapat dalam tempat kuliner tersebut, dari informasi tersebut bahwa diketahui tempat kuliner tersebut juga bisa sebagai tempat wisata yang banyak menarik pengunjung. Dari informasi banyak orang mengunjungi hingga bisa tempat tersebut juga sebagai salah satu tempat yang bisa dikatakan tempat wisata. Selain itu, juga dapat membantu dalam penambahan pendapat daerah juga membantu dalam aspek pariwisata sebagai ajang promosi atau perkenalan daerah Lampung dengan pengunjung.








BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Daftar Kuliner Khas Lampung

Indonesia adalah negara yang kaya akan ragam budayanya. Sebenarnya di Indonesia ada 34 provinsi. Banyaknya provinsi di Indonesia tentunya membuat kebiasaan masyarakatnya pun juga berbeda. Bahasa khas, pakaian khas, dan makanan khas tiap provinsi berbeda. Ketika berkunjung ke Lampung tentunya yang dibutuhkan wisatawan adalah makanan, lokasi membelinya dan keunikannya. Lampung tentunya tidak kalah saing dalam hal kuliner.
1. Pandap Tanggamus
Pandap/babutuk adalah makanan/masakan khas tradisional Krui, Lampung Barat dan Tanggamus yang berakar sejak jaman nenek moyang, purbakala. Namun kini  Pandap/babutuk mulai meredup, mulai tidak popular lagi, kalah bersaing dengan makanan-makanan modern yang banyak dijual di restoran dan mini market. Kalau dahulu banyak penjaja  Pandap/babutuk keliling setiap hari, kini sudah jarang.
Pandap/babutuk adalah makanan penyerta nasi atau dianggap sebagai bagian dari lauk-pauk. Namun oleh sebagian orang, kadang-kadang makanan ini juga disantap dengan sendirinya, tanpa nasi. Bagi yang suka, menyantap makanan ini tanpa nasi memberi sensasi rasa yang lebih tajam di lidah.
Cara membuatnya cukup sederhana: parutan kelapa yang sudah diberi bumbu dan potongan ikan, dibungkus  dengan beberapa lembar daun bebat (5 sampai 10 lembar), kemudian dibungkus (Tisimpok) dengan beberapa lapis daun pisang (Bulungni Punti), dan diikat dengan tali serat rami, kemudian direbus selama berjam-jam sampai matang.
Perbedaan pandap Krui dengan pandap Tanggamus adalah dari isinya, pandap krui isinya adalah ikan dan bumbu-bumbu biasa, tetapi untuk pandap tanggamus adanya sedikit beras didalamnya. Pandap Tanggamus juga dalam proses pembuatanya membutuhkan waktu lebih lama (satu malam) dan menjadikan tulang-tulang dari ikannya lunak.
Lokasi tempat pembelian pandap krui ada di krui pesisir barat pasar tumpah hari Jumat, Jl. Saka Jama Pekon Penengahan Kecamatan Karya Penggawa Pesisir Barat. Untuk pembelian pandap di daerah tanggamus bisa di beli di Jl. Persimpangan Batu Tegi (Bu Asni), pandap ini dijual dengan harga Rp. 5.000,- per bungku
2. Seruit
           
Berbagai masakan khas Lampung sering terdengar oleh masyarakat Indonesia di manapun. Lampung juga memiliki makanan yang berbau ikan dan sambal asem manis yang tentu memiliki rasa yang luar biasa dan patut dicoba. Masakan khas Lampung adalah seruit, yaitu masakan ikan digoreng atau dibakar dan dicampur dengan sambel terasi, tempoyak (olahan durian) ataupun mangga. Jenis ikan adalah besarnya ikan sungai seperti belide, baung, layis dll, ditambah lalapan. seruit bisa bervariasi, namun di Lampung dikenal berbagai jenis tumbuhan yang cocok menjadi bahan lalapan. Selain timun, petai, kemangi, kol dan tomat. Namun tersedia pula lalapan jagung muda, pepaya dan adas.

Masyarakat lampung sangat mempercayai bahwa jika ingin makan sebaiknya tidak sendiri. Karena mencicipi masakan seruit tak ada hasilnya jika tidak dinikmati oleh teman-teman ataupun banyak orang. Sehingga yang selalu ada dibenak mereka adalah siapa yang akan diseruit jika tidak ada orang lain dan ingin nyeruit apa? Hal ini mungkin terjadi karena perkataan ini berarti siapa yang akan dijahili dengan rasa pedasnya sambal dari seruit itu.

Lokasi pembelian bisa di temukan di RM Rusdi Ndut di Jalan Tirtayasa, depan lapangan sepak bola Sukabumi, Bandarlampung. Rumah makan yang buka sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB ini bisa menjual hingga 25 porsi seruit. Dan selain seruit, sebagai rumah makan khas Lampung, Rumah Makan Rusdi Gendut juga menyediakan menu khas lainnya, seperti pindang dan pepes ikan. harga seruwit ini hanya Rp25 ribu per porsi.
3.Pindang Baung Lampung                                  

Mencari makanan khas lampung yang penduduknya multikultur, sudah terlalu jarang. Tidak banyak rumah makan yang menyediakan masakan asli Lampung. Dari sekian makanan khas Lampung, Pindang dijadikan salah satu menu utama pada rumah makan favorit warga Lampung.

Pindang biasanya disuguhkan dalam mangkuk berukuran sedang dengan kuah hangat berwarna kuning. Uniknya, Pindang Lampung terasa asam gurih, seperti Tom Yam dari Thailand. Aroma kuahnyapun lebih harum berkat daun kemangi yang dicampur di dalam kuahnya. Ada beberapa jenis pindang yang ditawarkan, Bawung Pindang Nanas, Cumi Pindang Kemangi dan Udang Pindang. Harganyapun berkisar antara Rp. 10.000,- s/d Rp. 12.500,- perposi.
Untuk menghidangkannya, taruh di dalam piring besar dan diatur sedemikian rupa agar nampak menarik. Dengan komposisi bahan seperti ini, maka makanan ini cukup dihidangkan untuk sekeluarga atau 8 orang. Peralatan yang digunakan dalam pengolahan masakan ini adalah baskom untuk tempat mencuci ikan, sengkal (cobekan) untuk menggiling bumbu, pisau, parutan kelapa, serta piring untuk menghidangkannya.

Lokasi pembelian dapat di temukan di Taman Santap Rumah Kayu di Jl. Arif Rahman Hakim no 45. Alamat lain penjual pindang baung : Jalan Wolter Monginsidi, Bandar Lampung, Lampung.

4. Sekubal
Berkunjung ke tanah tapis tidak lengkap rasanya kalau Anda tidak menikmati makanan khas daerah Lampung. Makanan yang sudah hadir sejak lama ini merupakan makanan kebudayaan masyarakat asli Lampung. Biasanya di saat hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha, dan di saat-saat pesta budaya masyarakat Lampung seperti ‘Cakak Pepadun’, perkawinan, sunatan, dan acara-acara budaya lainnya. Makanan khas daerah biasanya keluar dihidangkan untuk tamu-tamu agung.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati makanan khas tersebut, dapat memesan di sejumlah toko kue dan makanan yang tersebar di Bandar Lampung. Jenis makanan khas Lampung yang paling populer adalah sekubal, dodol durian, dan seruwit lampung. Tak menutup kemungkinan, berbagai makanan tersebut tentu saja diburu untuk dijadikan oleh-oleh.

Sekubal adalah bahan dari ketan yang dikukus dengan santan, lalu dibungkus daun pisang, atau daun kelapa (janur). Menyantap makanan ini biasanya ditemani gulai ayam, rendang daging, opor ayam, kare dan lain-lain. Selain itu, makanan ini pun dapat dinikmati dengan sambal goreng ati, petai, atau jengkol.

Tidak sulit mendapatkan makanan unik ini. Di lokasi Pasar Bambu Kuning, Bandar Lampung, sekubal selalu ramai terjual dan terfavorit bagi masyarakat setempat. Harganya pun sekitar Rp. 15.000,-an saja perbungkusnya. 

5. Tempoyak


Tempoyak adalah masakan yang berasal dari buah durian yang difermentasi. Tempoyak merupakan makanan yang biasanya dikonsumsi sebagai lauk teman nasi. Tempoyak juga dapat dimakan langsung (hal ini jarang sekali dilakukan, karena banyak yang tidak tahan dengan keasaman dan aroma dari tempoyak itu sendiri) dan dijadikan bumbu masakan.        

Tempoyak diriwayatkan dalam Hikayat Abdullah sebagai makanan sehari-hari penduduk Terengganu. Ketika Abdullah bin Abdulkadir Munsyi berkunjung ke Terengganu (sekitar tahun 1836), ia mengatakan bahwa salah satu makanan kegemaran penduduk setempat adalah tempoyak.

Cara pembuatan tempoyak pertama adonan tempoyak dibuat dengan cara menyiapkan daging durian, baik durian lokal atau maupun durian monthong (kurang bagus karena terlalu banyak mengandung gas dan air). Durian yang dipilih diusahakan agar yang sudah masak benar, biasanya yang sudah nampak berair. Kemudian daging durian dipisahkan dari bijinya, setelah itu diberi garam sedikit. Setelah selesai, lalu ditambah dengan cabe rawit yang bisa mempercepat proses fermentasi. Namun proses fermentasi tidak bisa terlalu lama karena akan mempengaruhi rasa akhir.

Setelah proses di atas selesai, adonan disimpan dalam tempat yang tertutup rapat. Diusahakan untuk disimpan dalam suhu ruangan. Bisa juga dimasukkan ke dalam kulkas (bukan freezer-nya) namun fermentasi akan berjalan lebih lambat.
Tempoyak yang berumur 3-5 hari cocok untuk dibuat sambal karena sudah asam namun masih ada rasa manisnya. Sambal tempoyak biasanya dipadukan dengan ikan Teri, ikan mas, ikan mujair ataupun ikan-ikan lainnya.

Lokasi penjualan tempoyak durian lampung, Fahrul, penjual durian sekaligus tempoyak ini, mengaku bisa menjual hingga 30 kg tempoyak. Pria asal Prabumulih, Sumatera Selatan, ini menjual tempoyak di Jalan Ki Maja, Way Halim. Penjual tempoyak juga terdapat di lampung tengah, di Plaza Bandar Jaya Kabupaten Lampung Tengah toko ibu Marsinah. Harga Rp. 2.000,- untuk ukuran kecil, Rp. 5000,- untuk ukuran sedang dan Rp. 10.000,- ukuran besar.






6. Sambal Lampung


Sambal dari salah satu daerah di Sumatera ini memang sangat terkenal karena rasanya yang super pedas. Sambal ini dikemas dalam botol-botol kaca kecil sehingga sangat praktis. Mau dinikmati langsung atau dimasak bersama lauk-pauk lainnya. Sambal Lampung merupakan salah satu oleh-oleh yang seringkali diburu. Sambal botolan ini populer karena rasanya yang sangat pedas menyetrum lidah sehingga menciptakan sensasi tersendiri.        

Di daerah asalnya sendiri, sambal Lampung biasa dijual dengan merk-merk yang beragam sebut saja yang populer Sambal Lampung Yen Yen atau Sambal Lampung Ny.Lily. Sebenarnya sambal ini diracik dari bahan-bahan sederhana seperti ulegan kasar cabai rawit merah, bawang putih lalu diberi garam dan cuka. Tak heran kalau biji cabai banyak mendominasi sambal ini.       

Selain enak dinikmati begitu saja bersama lauk-pauk, sambal ini juga enak dibubuhkan untuk menikmati bakso, nasi goreng, dan bumbu telor dadar. Rasa bawang yang menonjol serta setruman cabai nan pedas menjadi ciri khas sambal yang memiliki penggemar tersendiri ini.        

Lokasi penjualan sambal di lampung sendiri dapat di temukan di
No.86 Teluk Betung – Bandar Lampung. Sebotol sambal Lampung ini dihargai Rp 14.000,00 - Rp 16.000,00. Kini penggemar pedas tak perlu jauh-jauh pergi ke Lampung untuk menikmatinya, sebab di beberapa toko oleh-oleh di Jakarta dan supermarket sambal ini sudah tersedia meski dengan harga yang sedikit lebih mahal. 

7. Kue Tat Khas Sukau Lampung Barat
Nastar, kue kering yang berbentuk setengah bundar dan berisi selai nanas, merupakan favorit semua umur. Namun, ada sedikit perbedaan dengan buak tat yang digemari warga Lampung. Bisa dibilang, buak tat adalah nastar versi besar.

Buak tat atau tar piring adalah pie yang bagian tengahnya diisi dengan selai nanas. Biasanya permukaannya berbentuk motif ukiran. Ukurannya besar, seloyang penuh. Kue ini dipotong-potong dulu sebelum disajikan. Kulitnya berwarna kuning keemasan dan terasa lembut, sementara selainya berwarna cokelat dan terasa manis sedikit asam.  

Bagi warga Lampung pesisir, buak tat adalah kue istimewa. Pasalnya, kue ini biasa hadir saat acara pernikahan adat, sunatan, atau Lebaran. Buak tat yang sudah dipotong sering disajikan sepiring dengan lapis legit basah khas Lampung. Konon, kue ini mendapat pengaruh dari Bengkulu.         

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat buak tat adalah tepung terigu, margarin, telur, dan gula halus. Kocok margarin dan gula hingga lembut, masukkan telur satu per satu sambil dikocok, lalu campurkan tepung terigu dan aduk rata. Setelah adonan dapat dipulung, bagi dua dan ditipiskan hingga selebar loyang. Masukkan ke dalam loyang diselingi dengan selai nanas.  

Untuk selainya, gunakan nanas parut yang direbus bersama gula pasir. Tutup selai dengan adonan kulitnya, lalu buat hiasan dengan garpu. Panggang di oven dengan api bawah terlebih dahulu, kemudian dengan api atas. Kalau ingin aromanya lebih wangi, tambahkan spekuk.   

Selain buak tat atau tar piring, adapula tar intir. Bedanya, tar intir tidak menggunakan selai nanas, melainkan taburan gula pasir, kacang tanah cincang, atau keju parut di atasnya. Baik tar piring maupun tar intir cocok jadi teman minum teh sambil mengobrol di sore hari.
Lokasi tempat membeli kue tat khas lampung barat, tentunya di Lampung Barat di pembuat makanan Rumahan (ibuk Nir). Jl. Danau Ranau, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat. Harga per buah kue berukuran kecil Tat Rp. 3.000,- sedangkan kue Tat berukuran sedang Rp. 5.000,- per buah.
8. Kemplang


Kemplang adalah kerupuk khas dari lampung. Kerupuk ini cukup istimewa karena tidak digoreng dengan minyak melainkan di panggang sehingga tidak mengandung minyak goreng, ini bagus sekali buat yang mengurangi goreng-gorengan. Kemplang sudah sangat terkenal karena disamping gurih juga tidak mengenyangkan sehingga bisa dimakan sebagai cemilan. biasanya makan Kemplang dengan cocolan sambel atau juga dengan cuka, rasanya muantep dijamin akan membuat kita ketagihan.        

Untuk mendapatkannya sekarang tidaklah sulit karena sudah banyak dijual di pasar maupun di supermarket-supermarket. dilampung sendiri sangat mudah ditemukan dengan harga mulai dari Rp. 1000 s/d Rp, 25.000 per bungkusnya tergantung banyaknya dan kandungan ikannya. Tempat-tempat yang bisa di kunjungi untuk membeli Kemplang di lampung sendiri dapat di temukan di toko Yen Yen
No.86 Teluk Betung – Bandar Lampung. Bisa juga di toko Bapak Tambunan, Jl. Teluk Ambon No. 08 Pidada Kecamatan Panjang-Bandar Lampung.




9. Keripik Pisang



Kripik pisang adalah produk makanan ringan dibuat dari irisan buah pisang dan digoreng, dengan atau tanpa bahan tambahan makanan yang diizinkan. Tujuan pengolahan pisang menjadi kripik pisang adalah untuk memberikan nilai tambah dan meningkatkan/memperpanjang kemanfaatan buah pisang. Syarat mutu kripik pisang dapat mengacu SNI 01-4315-1996, Kripik Pisang.

Kripik pisang-Standar Teknis ini berlaku untuk pembuatan Pisang menjadi Kripik Pisang. Prosedur Opersional Pengolahan Kripik Pisang terdiri dari beberapa kegiatan meliputi penyiapan bahan baku Kripik pisang, penyiapan peralatan Kripik pisang dan kemasan Kripik pisang, pengupasan Kripik pisang dan pengirisan Kripik pisang, pencucian Kripik pisang dan perendaman Kripik pisang,
penggorengan Kripik pisang, penirisan minyak Kripik pisang, pemberian bumbu Kripik pisang, pengemasan Kripik pisang dan pelabelan Kripik pisang, serta penyimpanan Kripik pisang. 

Lampung karena terkenal dengan keripik pisang aneka rasanya maka terdapat Sentra industri rumahan ada di Gang PU Rajabasa, dimana dikanan kiri jalan banyak penjual khas oleh- oleh. Salah satu toko yang berjualan adalah milik Bu Ratna (31 tahun) yang sudah berjualan semenjak tahun 1996 dan Bu Ratna membuat sendiri keripik-keripik tersebut. Keripik dijual seharga Rp. 20.000,- per Kilo dan untuk per Bal atau per Bungkus Besar seharga Rp. 130.000,-. Keripik Bu Ratna sudah di cicipi sampai orang luar yakni kewarganegaraan Malaysia, Berunei hingga Arab Saudi.

10. Keripik Nangka

Keripik Nangka adalah olahan makanan khas lampung, olahan berdasar bahan nagka ini sangat di gemari masyarakat lampung. Mengapa tidak keripik ini rasanya yang manis dan sedikit lebih tebal membuat lidah dan gigi tak berhenti mengunyah.
Tidak hanya keripik pisang saja yang terkenal di lampung melainkan juga keripik nangka. Kendati rasanya yang lezat harga makanan ringan ini tergolong masih mahal, yakni Rp. 40.000,- per kilogram. Sedangkan keripik nangka yang berukuran 150 gram adalah Rp. 11.000,- Tentunya harga yang mahal sesuai dengan kepuasan rasa yang di dapat.
Lokasi Toko ibu Siti, Jl. Gatot Subroto No.71 Garuntang Bandar Lampung.

11. Geguduh
Geguduh adalah penganan khas Lampung yang terbuat dari pisang yang dihaluskan dan dicampur dengan terigu, dimasak dengan cara digoreng, penganan isi memiliki citarasa manis karna menggunakan jenis pisang tertentu.Geguduh biasanaya dimakan bersamaan teman minum dengan rasanya yang manis dan membuat kenyang perut.

Untuk Membeli Geguduh bisa di temukan di warung gorengan di pinggir jalan daerah lampung barat dan harganya yang masih tergolong murah seharga Rp. 1.000,- Per biji. Tetapi untuk penjualan Geguduh sendiri sudah dijual juga di rumah makan tertentu di Lampung.

12. Lapis Legit

Lapis legit alias spekkoek menjadi kue wajib suguhan di hari Lebaran. Kue warisan zaman kolonial ini memang tak pernah surut penggemarnya. Jika Anda tak punya cukup waktu untuk membuat sendiri Anda bisa memesan dari toko-toko kue. Dari harga Rp 200.000,00 hingga Rp 550.000,00 seloyang. Rasanya yang legit seimbang dengan harganya yang selangit. Aroma harum bumbu spekkoek menjadi ciri khas kue lapis legit. Di zaman Belanda orang menyebut kue inispekkoek karena berlapis-lapis sehingga rupanya mirip spek alias lemak babi. Sedangkan koek berarti kue. Dari awal kue ini memang tergolong sebagai kue mewah. Untuk satu loyang lapis legit diperlukan sekitar 300 gram mentega dan 30 butir telur ayam, sedangkan tepung terigu hanya sekitar100 gram. Karena itu juga rasa kue ini sangat enak, lembut di lidah dengan semburat rasa manis dan aroma harum bumbu lapis legit. Untuk membuat kue ini sendiri diperlukan ketrampilan dan kesabaran karena lapisan demi lapisan harus dikerjakan dengan teliti. 

Untuk mendapatkan dan mecicipi kue ini tergolong sudah mulai mudah menemukannya disebabkan makanan ini sudah mulai terkenal kembali dengan rasa yang super lezat dan super manis, walaupun harganya tergolong mahal tetapi tidak akan menyesal membelinya dikarena legit lampung membutuhakan ketelitian dan waktu yang sangat lama dalam membuatnya. Dari hasi penelitian beberapa tempat lapis legit bisa di temukan di toko-toko kue lampung. Data yang diambil dari toko milik Bapak Syarifudin, yang berada di Plaza Bandar Jaya, legit berukuran kecil bisa di beli seharga Rp. 3.000,- sedangkan per buah legit dijual seharga Rp. 150.000,- dan untuk legit per Loyang dijual seharga Rp. 200.000,-.

13. Lempok
Lempok juga merupakan oleh-oleh khas lampung dimana pembuatanya asli hanya capuran gula aren dan durian tanpa campuran bahan lain. Lempok durian sangat terkenal karena rasanya yang sangat manis, teksturnya yang lembut, dan aroma yang sangat enak.
Untuk mendapatkan Lempok durian bisa datang ke di toko-yoko di Teluk Betung – Bandar Lampung yang banyak sekali menjual lempok khas lampung. Bisa juga di toko Bapak Tambunan, Jl. Teluk Ambon No. 08 Pidada Kecamatan Panjang-Bandar Lampung. Tetapi untuk kulitas toko  Yen Yen No.86 di Teluk Betung Bandar Lampung tentunya sangat cocok untuk didatangi. Lempok durian dijual Seharga Rp. 25.000,- per bungkus.

14. Durian Lampung
Durian Lampung Yang Wajib Dicoba
Di antara durian-durian dari bernagai daerah, Lampung salah satunya yang juga terkenal dengan durian. Tidak jarang, orang jauh-jauh datang ke Lampung hanya demi untuk makan durian.
Keistimewaan  dari durian adalah tanaman tropis yang nama ilmiahnya Durio Zibethinus. Yang terkenal diantara jenis-jenis durian antara lain montong, petruk, dan tak lupa pula durian lampung. Durian Lampung, tentu saja durian yang tumbuh dan berbuah di wilayah Lampung. Penduduk sekitar menyebutnya dengan durian Putra Alam.
Lokasi tempat berburu buah durian, anda dengan mudah dapat menemukannya di sentra-sentra durian yang ada seperti Desa Tanjung Alo, atau di jalan Radin Imba Kesuma dan Way Halim, Bandar Lampung. Banyak sekali wisatawan dari luar Lampung yang berburu durian hingga ke pelosok Lampung.
Untuk menuju Jalan Raden Imba Kesuma, yang terletak di perbukitan, Anda bisa mengambil arah dari Jalan Cut Nyak Dien dan berbelok ke arah Jalan Agus Salim. Setelah mendaki sesaat, jalan tersebut akan membawa Anda ke pertigaan yang menghubungkan Jalan Agus Salim dengan Jalan Ridwan Rais dan Jalan Radin Imba Kesuma. Di tengah-tengah pertigaan tersebut berdiri tegak Tugu Durian. Apabila sudah menemukan tugu tersebut, artinya Anda sudah memasuki wilayah sentra produksi sekaligus pemasaran durian.
Di dua sentra pemasaran itu, durian didatangkan langsung dari kebun-kebun durian warga Sukadanaham. Satu gelondong kecil dijual dengan harga Rp 7.500, gelondong sedang Rp 15.000, dan gelondong besar sekitar Rp 30.000. Harga tersebut bukan harga mati. Bagi Anda yang pandai menawar, silakan uji kemampuan menawar durian di sini.
Masyarakat Lampung biasa mengolah durian menjadi makanan, di antaranya tempoyak, dodol durian, lempok durian, kolak durian, hingga permen durian. Makanan olahan ini bisa didapatkan di sentra oleh-oleh dan jajanan tradisional Lampung.
15. ES KOLAM (Es Kota Lampung)
Es campur adalah salah satu minuman khas Indonesia yang cara membuat nya dengan mencampurkan berbagai jenis bahan dalam sirup manis. Bahan yang dijadikan bahan biasanya berasa manis atau masam. Es campur dapat dijumpai di berbagai daerah di Indonesia dengan rasa dan bahan yang berbeda. Oleh karena itu daerah asal dari es campur sulit ditentukan.

Lampung juga ternyata mempunyai minuman khas yang hampir sama dengan es campur, tetapi es campur kali ini diberi nama dengan mengambil nama lampung. Untuk kalangan muda mudi tentunya sebagian sudah mengetahui tempat dan rasa yang mantap dari es ini. Es kolam adalah nama dari es tersebut es kolam sendiri berarti es kota lampung, Kasuma Wijaya adalah pemilik toko es kolam. Alasan dari beliau adalah membuat sesuatu yang unik dari es buatannya mulai dari nama yang unik dan tentu rasa yang berbeda. Yang membedakan es kolam dengan es yang lain adalah buah-buahannya asli dari lampung sendiri, cincau nya berbeda dengan yang lain dan untuk pemanisnya asli gula aren pilihan dari lampung.

Lokasi untuk membeli es kolam ada di Jl. Gang Raja Basa Raya T-1 Way Halim Bandar Lampung. Dengan harga Rp. 7.000,- sampai Rp. 10.000 anda sudah bisa mencicipi kelezatannya.



16. Kopi Lampung
Kopi Lampung terkenal sebagai salah satu kopi terbaik di Indonesia. Salah satu oleh-oleh Lampung ini memiliki rasa dan aroma yang sangat khas. Jenis kopi yang biasa dibudidaya oleh petani kopi di Lampung adalah jenis Robusta dan ditanam di dataran tinggi Lampung, berpusat di daerah Lampung Barat, Tanggamus dan Lampung Tengah. Kopi Lampung ini pasti akan menjadi oleh-oleh yang sangat berkesan, khususnya untuk keluarga atau teman-teman Anda yang gemar minum kopi.

Lampung Barat menjadi daerah penghasil kopi luwak bahkan mutunya terbaik di dunia, dengan potensi tersebut, menjadikan kabupaten tersebut sebagai daerah penghasil kopi luwak terbesar nasional. Dia menjelaskan, es kopi luwak memiliki rasa yang khas, karena selama ini disajikan atau disedu dengan air panas, namun sekarang dicampur es yang dihaluskan memiliki kekhasan tersendiri.

Kopi Luwak bisa didapatkan di Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balikbukit, Lampung Barat, sekitar 273 kilometer dari Bandarlampung. Harga kopi bubuk luwak mencapai Rp750.000 per kilo, sedangkan harga kopi luwak glondong, atau yang masih berbentuk bulatan mencapai Rp200.000 per kilo. Selain itu juga tersedia kemasan ekonomis dengan harga terjangkau mencapai Rp30.000 per bungkus.

Untuk Kopi Lampung Barat lainnya yang tidak kalah menarik adalah kopi jahik sukau (kopi jahe khas sukau Lampung Barat) bisa di dapatkan  di Jl. Lintas Lombok Pekon Hamkertau Teba Pering Raya Kecamatan sukau Lampung Barat. Untuk Kopi jahik Sukau di jual seharga Rp. 50.000,- per kilo dan Rp. 25.000,- per setengah kilo dan Rp. 15.000,- untuk kemasan sedang.





BAB IV
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Menurut Undang Undang No. 10/2009 tentang Kepariwisataan, yang dimaksud dengan pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata yang didukung oleh berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan masyarakat, pengusaha, Pemerintah dan Pemerintah Daerah.
Pariwisata tak bisa lepas dari kehadiran produk kuliner sebagai pendukung kegiatan wisata. Berangkat dari meningkatnya faktor permintaan/demand, perlahan produk pelapis ini bertransformasi ke dalam sebuah bentuk wisata yang tidak hanya berkutat dalam hal berkonsumsi, akan tetapi mencakup cara makan, penyajian hidangan, sampai berfungsi sebagai media interpretatif.

Pariwisata dan makanan merupakan duet ideal, manakala ekses dari kegiatan pariwisata selalu membutuhkan makanan, sesuai dengan fitrah manusia atau wisatawan yang selalu tak bisaberhenti berkonsumsi. Jargon “eating and tourism always go hand in hand” diantaranya dibuktikan dari keberadaan berbagai fasilitas

Menyikapi berbagai pergeseran, perubahan, dan perkembangan industri pariwisata mulai 2011 Kemenparekraf akan  menjadikan wisata kuliner sebagai bagian dari ekonomi kreatif. Harapannya tentu saja mampu menarik jumlah wisatawan. Minat wisman terhadap wisata kuliner menunjukkan kenaikan.
Menurut kamus besar bahasa Indonesia edisi ketiga 2003, wisata adalah bepergian bersama-sama (untuk memperluas pengetahuan, bersenang-senang, bertamasya, dan sebagainya). Kuliner berarti masakan atau makanan. Kesimpulannya wisata kuliner ialah perjalanan yang memanfaatkan masakan atau makanan serta suasana lingkungannya sebagai objek tujuan wisata. Masa perjalanan yang tergolong dalam definisi wisata ini adalah tidak kurang dari 24 jam dan tidak lebih dari tiga bulan serta tidak dalam rangka mencari pekerjaan.
Wisata kuliner, dalam bahasa Inggris culinary tourism, merupakan industri pariwisata yang relatif baru. Berkembang mulai 2011  ketika Erik Wolf mengesahkan berdirinya International Culinary Tourism Association (ICTA).
Tahun sebelumnya para akademisi pariwisata seluruh dunia telah mengadakan penelitian terhadap wisata kuliner. Berbagai penelitian wisata kuliner menemukan hal-hal yang menarik dalam perkembangan industri pariwisata. Wisata kuliner menjadi sebuah industri masa depan industri pariwisata. Bahkan, Lucy Long—seorang peneliti dari university Bowling Green, Ohio telah mencetuskan wisata kuliner pada 1998.
Sejak berdiri ICTA menawarkan beragam program terkait wisata kuliner. Pada 2006, ICTA mendirikan institute wisata kuliner internasional yang mengutamakan pendidikan dan pelatihan. Awal 2007, ICTA mulai menyediakan berbagai layanan konsultasi wisata kuliner. Konsultasi terutama untuk solusi terhadap peningkatan permintaan kuliner pada industri pariwisata, selain pemberian konsultasi pada bidang kepemimpinan dalam pengembangan dan pemasaran wisata kuliner. ICTA memberikan beberapa pemahaman terhadap wisata kuliner antara lain :
·         Wisata kuliner suatu pencarian pengalaman wisata kuliner unik dan memberi kenangan. Sebuah pengalaman wisata kuliner yang dapat dibawa dan dirasakan dirumah (culinary tourism is defined as the pursuit of unique and memorable culinary experience of all kinds, often while travelling, but one can also be a culinary tourist at home).
·         Wisata kuliner bukan wisata pertanian meski masakan terdapat dalam unsur pertanian. Wisata pertanian (agritourism) merupakan bagian wisata pedesaan (rural tourism), sedangkan masakan (cuisine) merupakan bagian wisata budaya (cultural tourism).
·         Wisata kuliner (culinary tourism) meliputi berbagai pengalaman akan beragam kuliner. Bukan sekedar sebagai pengalaman makan malam di restoran di akhir pekan.
·         Wisata kuliner meliputi kajian beberapa unsur, kursus memasak : buku panduan memasak, dan toko perkakas dapur ; tur kuliner (culinary tours) seperti : pemandu wisata, media kuliner ; dan buku panduan wisata kuliner ; bisnis makanan  seperti : penyalur, pengusaha, dan penanam tumbuhan pangan ; serta aktraksi kuliner seperti ; festival jajanan, pameran makanan,dll.

Kuliner yang menjadi target pengembangan wisata minat khusus menjadi tantangan Kemenparekraf mengenalkan masakan Indonesia di luar negeri. Kuliner Indonesia mencontoh kuliner Negara Jepang. Jepang sukses mengenalkan masakan khasnya ke berbagai belahan dunia. Sejak 1980 masakan Jepang masuk ke Indonesia. Awalnya masakan ini asing tapi saat ini masakan Jepang akrab dilidah masyarakat Indonesia. Tidak bias dipungkiri wisata kuliner adalah salah satu daya tarik pariwisata. Meski kelihatannya kecil namun memiliki dampak besar bagi pengembangan pariwisata Indonesia.
Sebagai provinsi di ujung Sumatera, Lampung menjadi daerah peralihan yang strategis. Letaknya yang dekat dengan Ibu Kota Negara pun menjadikan daerah ini layaknya Indonesia mini dengan beragam penduduknya. Keberagaman penduduk ini menjadikan Lampung kaya akan berbagai hal, mulai dari adat, kebiasaan, hingga aneka makanan. Tak heran Lampung menjadi surga kuliner dan menjadi tujuan wisata.   

Tak sedikit perantau asal Lampung yang merindukan aneka makanan, mulai dari ringan hingga berat. Sementara bagi pengunjung, variasi makanan bisa menjadi pilihan memanjakan lidah. Banyaknya usaha kuliner di Kota Bandar Lampung membuat Pemerintah Kota (Pemkot) setempat berupaya mengembangkan potensi sektor pariwisata ini selain pengembangan usaha kerajinan tangan sebagai suvenir khas daerah. Wali Kota Bandar Lampung Herman H.N. mengatakan pihaknya terus mengembangkan wisata kuliner di daerah ini. Menurutnya, setiap wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, yang mengunjungi suatu daerah tentunya akan mencicipi makanan khas daerah tersebut.           

Jika berkunjung ke Lampung, tak lengkap pula rasanya jika tidak membawa buah tangan khas yang bisa diperoleh di berbagai toko oleh-oleh di sepanjang Jalan Ikan Kakap, Telukbetung. Ada berbagai makanan yang bisa diberikan ke tetangga, seperti dodol, kerupuk kemplang, keripik, hingga sambal Lampung
.
3.2 Saran
Lampung adalah suatu daerah bagian indonesia yang memiliki keberagaman budaya yang multilultural, begitupun dengan makanan khasnya yang ada karena keberagaman itu juga. Sebagai generasi muda diharapkan agar terus melestarikan budaya bangsa dan tentunya diharapakn peran pemerintah, swasta dan semua kalangan mempertahankan keaslian dan khasan budaya masing-masing demi terciptanya pariwisata yang berkelanjutan.














DAFTAR ISI

Observasi langsung dengan wartawan Lampungpost dalam hal pencarian data, dengan Tri Sujarwo (wartawan kebudayaan), Tanggal 07 November 2014 Bandar Lampung.

Observasi Langsung dengan pemilik toko, obser dengan pegawai, dan obser dengan para pembuat makanan. (Mulai dari tanggal 25 Oktober 2014 sampai dengan tanggal 26 November 2014)

Lampungpost (2013), Berita Lampung Tentang Surga Kuliner Wisatawan. http://lampost.co/berita/lampung-surga-kuliner-bagi-wisatawan- (Diakses Tanggal 25 November 2014, Pukul 15.09 WIB)

Blogspot (2013), Makanan Khas. http://joeliscasaputra.blogspot.com/p/makanan-khas.html (Diakses Tanggal 25 November 2014, Pukul 15.47 WIB)

Pariwisata Jogjakota( 2007), Informasi Pariwisata http://pariwisata.jogjakota.go.id/index/extra.detail/2296 (Diakses Tanggal 25 November 2014, Pukul 16.22 WIB)

Pariwisata (2013) http://pariwisata.rejanglebongkab.go.id/wisata-kuliner-masa-depan-industri-pariwisata/ (Diakses Tanggal 25 November 2014, Pukul 16.12 WIB)

Academia. Perencanaan antar muka layanan informasi pariwisata. http://www.academia.edu/5117079/Perancangan_Antarmuka_Layanan_InformasiWisata_dan_Kuliner_di_DIY_Berbasis_Web_dan_Mobile_Web (Diakses Tanggal 26 November 2014, Pukul 08.32 WIB)

Blogspot (2013), Definisi Pariwisata. http://wisatakulinermu.blogspot.com/2013/12/definisi-parawisata.html (Diakses Tanggal 26 November 2014, Pukul 08.40 WIB)

Blogspot (2012), Wrung Pindang Nyak Rodia Bandar Lampung. http://kulinerbandarlampung.blogspot.com/2012/02/waroeng-pindang-nyak-rodia-lampung.html (Diakses Tanggal 26 November 2014, Pukul 10.50 WIB)

File pdf. Pengertian dan perkembangan Kuliner di Indonesia http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/27964/3/Chapter%20II.pdf (Diakses Tanggal 26 November 2014, Pukul 13.10 WIB)

Jajanan Hemat (2013), Wisata Kuliner Lampung. http://www.jalanjajanhemat.com/2013/03/wisata-kuliner-lampung/ (Diakses Tanggal 26 November 2014, Pukul 14.01 WIB)